Sejarah Laravel

Sejarah Laravel

Menengok kembali sejarahnya, pengembangan Laravel dimulai pada tahun 2011 oleh seorang programmer berkebangsaan Amerika Serikat, bernama Taylor Otwell. Sejak saat itu sampai sekarang, Laravel terus berkembang hingga 8 September 2020 lalu Laravel versi 8 telah dirilis (sumber: laravel.com).

Pada Agustus 2009, PHP 5.3 resmi dirilis.Pada PHP versi 5.3 sudah support object oriented yang lebih baik dari versi sebelumnya, tetapi belum banyak framework yang support dengan versi tersebut, framework yang baru bisa support antara lain : Symfony, Zend, Kohana, Lithium dan CodeIgniter. Pada saat awal peluncuran PHP v.5.3, CodeIgniter yang lebih sering dikenal dengan CI adalah framework PHP yang mungkin paling terkenal pada masa itu, banyak developer framework PHP yang menyukai CI dikarenakan dokumentasinya terdapat dari banyak forum dan source code yang digunakan sederhana.Namun pada tahun 2011, Taylor Otwell mengungkapkan kekurangan yang dimiliki oleh CI antara lain ada beberapa fitur fungsional yang penting tidak support seperti autentikasi dan routing. Pada 9 Juni 2011, perilisan pertama Laravel versi beta 1, untuk mengatasi kekurangan yang ada CI tersebut.Pada tahap Laravel versi 2, dirilis ke developer pada 24 November 2011 dengan updatean pada beberapa fitur antara lain dukungan controller, engine template dan pengunaan invers. Dengan penambahan fitur controller ini, maka Laravel versi 2 ini sudah resmi menjadi framework yang berbasis MVC. Lalu perkembangan Laravel begitu cepat hingga kurang dari tiga bulan, Laravel berhasil meluncurkan Laravel versi 3.Pada tahap Laravel versi 1 belum berbasis MVC seperti yang kita kenal sekarang, awalnya dibangun dengan fitur autentikasi dan Eloquent ORM ( Object Relational Mapping) untuk operasi database, localization, model dan relationship, mekanisme routing yang sederhana, caching, session, views, module dan library, hingga HTML. Lalu Laravel pada bulan – bulan berikutnya terus dikembangkan dengan menambahkan method validasi, pagination, paket comand line installer, ekspansi Eloquent ORM (Object Relational Mapping), dan termasuk beberapa ratus unit testing untuk komponen framework.Lalu dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, Laravel berhasil memunculkan Laravel versi 2.x

Pada tahap Laravel versi 4, terdapat perkembagan yang signifikan yang menampilkan arsitektur yang berbeda dari inti framework, tetapi pada perkembangan pada tahap ini ada beberapa developer yang menyebutkan “terlalu cepat” antara jadwal update dari versi satu ke versi yang lainnya, hal ini mengakibatkan mereka harus bermigrasi ke versi baru dan kadang-kadang itu hanya tidak mungkin dengan aplikasi besar yang sudah dibangun pada arsitektur sebelumnya, karena tidak sedikit keluhan dari masyarakat, pada Laravel versi 4 berbeda dengan versi sebelumnya,  Laravel 4 ini akan ada jadwal rilis secara teratur setiap 6 bulan untuk update (patch dan perbaikan bug). Dengan unit test yang meliputi 100% dari fungsi framework tersebut, Laravel 4 ini akan menjanjikan untuk menjadi stabil dan mudah di update secara online melalui composer.

Related Articles

Comments